Jumat, 10/10/2008 15:51 WIB
Erna Mardiana, Ardhi Suryadhi – detikinet


Batik Fractal dari Pixel People Project (lom/detik)
<a href=’http://openx.detik.com/delivery/ck.php?n=ad79472d&cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE’ target=’_blank’><img src=’http://openx.detik.com/delivery/avw.php?zoneid=45&cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&n=ad79472d’ border=’0′ alt=” /></a>

Bandung – Grup asal Bandung, Pixel People Project mendapatkan penghargaan untuk karya mereka, Batik Fractal. Mereka diganjar Unesco 2008 Award of Excellence sebagai ‘Stamp of Approval’ yang menjamin produk mereka memiliki kualitas tertinggi pada level internasional dan berpotensi besar untuk masuk pasar dunia.

Ketiga anggota Pixel People Project yaitu Muhamad Lukman, Yun Hariadi, dan Nancy Margried sejatinya akan bertolak ke Bangkok International BIG Fair di Bangkok Thailand pada 14 Oktober 2008. Salah satu contoh produk Batik Fractal yang diproduksi oleh Rumah Batik Komar Bandung itu, akan dipamerkan secara permanen di Bangkok.

Sayangnya, mereka belum tentu akan berangkat ke Bangkok. “Duh kita lagi mengikat pinggang nih, engga ada biaya untuk pergi. Makanya kita sudah mengajukan proposal ke BPEN (Badan Pengembangan Ekspor Nasional), tapi belum ada kabar. Inginnya kami bisa berangkat. Tapi kalau tidak bisa, ya engga apa-apa lah, awardnya saja dikirimin,” tutur salah satu anggota Pixel People Project, Nancy.

Batik Fractal dipastikan memenuhi empat kategori utama sehingga mendapatkan award of excellence. Di mana empat kategori itu adalah: excellent yang menunjukkan standar yang tinggi dalam kualitas pengerjaan kerajinan (craftmanship). Kedua, authentic yang mencerminkan identitas budaya dan nilai tradisional.

Ketiga, innovative yang menggunakan kreatifitas dalam desain dan proses produksi. Terakhir, marketable yang menunjukkan potensi untuk diterima pasar dunia.

Selain itu ada dua kategori lainnya yang harus dipenuhi dalam proses pengerjaan produk kerajinan, yaitu eco-friendly atau ramah lingkungan dalam penggunaan material dan teknik produksi, dan fair atau tidak melanggar hukum ketenagakerjaan atau mengeksploitasi pihak manapun secara tidak adil dalam proses produksi kerajinan.

Pixel People Project dengan bantuan Dekranas (Dewan Kerajinan Nasional) mengirimkan produk Batik Fractal ke kantor Unesco di Bangkok tepat sehari sebelum tanggal penerimaan berakhir.

Melalui penilaian ketat oleh jajaran ahli dari Unesco, AHPADA (ASEAN Handicraft Promotion and Development Association) dan SACICT (Support Arts and Crafts International Center of Thailand) terhadap 70 produk unggulan dari 10 negara di Asia Tenggara. Akhirnya diputuskan Batik Fractal sebagai salah satu penerima sertifikasi internasional tersebut.

Hal ini akan memberikan jaminan bagi pembeli internasional, bahwa produk Batik Fractal yang dikeluarkan Pixel People Project telah memenuhi pengaturan standar tertinggi dalam kualitas produk, desain dan nilai jual.

Sebagai penerima Award of Excellence, Pixel People Project akan mendapatkan keuntungan dari Unesco yaitu berupa certificate of excellence (sertifikat kesempurnaan), training and capacity-building (pelatihan dalam produksi dan desain), trade fairs and exhibitions (memperoleh kesempatan tampil di ajang pameran internasional), communication and promotion (dukungan dalam promosi dan media komunikasi), tercantum dalam website Unesco, intellectual property and copyrights (kemudahan dalam pendaftaran HAKI regional).

“Dengan penghargaan ini, bisa menjadi kemudahan bagi kami untuk masuk pasar dunia. Karena itu kami ingin sekali bisa datang langsung terima penghargaan, karena disana bisa langsung bertemu buyer,” harap Nancy.

Batik Fractal adalah pembuatan batik tradisional tetapi dalam pengerjaan motifnya digambar ulang dengan rumus-rumus matematika yang dilakukan dengan bantuan software komputer. Campur tangan software disini, lanjut Nancy, hanya sebatas menggambar ulang motif, sedangkan pengerjaan batiknya dilakukan seperti biasa.

“Kami menggunakan software Open Source yang bernama JBatik. Kata J ini artinya Java, karena berasal dari platform Java,” tandasnya kepada detikINET, Jumat (10/10/2008).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here