* “Powerful leadership comes from knowing what matters to you. Powerful
presentations come from expressing this effectively.” *
*Peter Urs Bender – Speaker and Leader*

*Tips #129:
Public Speaking and Leadership *

Materi oleh: Peter Urs Bender

Ada banyak sekali orang yang khawatir, grogi, atau takut, pada yang namanya
“berbicara di depan publik”. Di dalam orang-orang ini, termasuk juga para
pemimpin dari berbagai perusahaan besar. Padahal, public speaking dan
leadership adalah pasangan sehidup semati yang abadi.

Bayangkan bahwa Anda harus berbicara di depan orang banyak, di suatu event
rapat umum pemegang saham (RUPS) atau sesi pertemuan yang sejenis:

– Anggota dewan direksi, mengkhawatirkan laba yang rendah atau malah
kondisi merugi.
– Para pemegang saham, kecewa karena turunnya nilai pasar saham, atau
turunnya dividen jatah mereka.
– Kelompok LSM, berdemo atau memprotes praktek atau kebijakan
perusahaan.
– Manajemen dan karyawan, mengkhawatirkan PHK.

Apakah Anda mau berbicara di hadapan audience seperti itu? Mungkin Anda
tidak mau, tapi Anda harus. Bagaimanakah caranya agar Anda bisa meninggalkan
jejak-jejak impresi yang positif bagi mereka?

*DUA HAL UNTUK MENUJU SUKSES: PUBLIC SPEAKING DAN LEADERSHIP*

Untuk menciptakan sebuah presentasi yang powerful, Anda harus terkoneksi
dengan pesan Anda. Semakin Anda intim dengan topiknya — dengan kata lain,
semakin yakin Anda berkaitan dengan topik itu, alias semakin PD Anda tentang
topik itu, ditambah dengan kemampuan ‘merasakan’ dan keinginan untuk berbagi
dengan orang lain, maka akan semakin powerful presentasi Anda.

Bayangkan ada dua orang pembicara. Seorang berbicara tentang sesuatu yang
telah dipelajarinya, dan seorang yang lain berbicara tentang sesuatu yang ia
telah hidup di dalamnya. Di manakah letak perbedaannya?

Pembicara pertama, pengetahuannya adalah sumber pengetahuan sekunder yang
didasarkan pada pengalaman orang lain. Pembicara ini lebih “dekat ke otak”,
lebih intelek. Itu bagus. Hanya saja, cenderung tidak meninggalkan jejak
impresi yang permanen.

Pembicara kedua, pengetahuannya adalah mata air utama. Ia bukan tentang
sumber mata air. Ialah mata air itu. Pembicara itu bukan sumber pengetahuan,
pembicara itulah pengetahuan. Pembicara itu punya emosi, humor yang alamiah
tentang suka-duka yang dialami, dan mata batin yang peka akan bidangnya.

Semakin banyak pembicara mendasarkan presentasinya pada pengalaman pribadi,
semakin baik presentasinya. Begitu pula yang berlaku untuk kepemimpinan.

Para pemimpin yang powerful, adalah para pemimpin yang telah memimpin
dirinya sendiri. Buku teks dan sekolah bisnis memang amat membantu. Lebih
dari itu, memiliki visi, semangat, dan keberanian, adalah jiwa dari buku
teks dan sekolah bisnis yang telah dienyamnya. Itulah yang lebih
diperhitungkan. Dan ingatlah bahwa sesungguhnya kualitas dan karakter ini,
telah ada di dalam diri Anda!

Powerful leadership dan powerful presentation punya hubungan yang intim.
Powerful leadership datang dari pengetahuan mendalam tentang diri sendiri.
Powerful presentation datang dari kemampuan mengekspresikan diri dengan
efektif. Jadi, amatlah penting bagi Anda, untuk mengembangkan keduanya
sekaligus.

*MEMIMPIN DARI DALAM*

Orang-orang yang telah lama mempelajari manusia, akan sampai pada kesimpulan
bahwa:

Kepemimpinan datangnya dari dalam. Ini artinya, Anda tidak berbeda dari Bill
Gates, Peter Munk, Ted Rogers, Michael Cowpland dan sebagainya. Anda semua
adalah bibit unggul yang sama.

Ada beberapa keahlian penting yang bisa Anda pelajari, untuk menumbuhkan
serta menyuburkan bibit itu. Pilihan Anda untuk tidak atau mau mengembangkan
keahlian ini, menentukan sukses atau tidaknya Anda.

Hal terbesar yang menghalangi Anda, adalah ketakutan Anda. Anda mungkin
takut untuk berdiri dan ambil bicara, mengungkapkan isi hati dan pikiran
Anda. Mungkin juga, Anda khawatir akan menuai kritik dan cemooh, atau merasa
akan terlihat bodoh.

Berikut ini adalah lima langkah mendasar untuk mengembangkan kepemimpinan
dari dalam.

*1. Kenalilah Diri Sendiri*

Plato telah mengatakannya 400 tahun sebelum masehi. Stephen Covey dan
Anthony Robbins mengatakannya hari ini. “Ketahuilah nilai-nilai pribadi
Anda. Dengarlah suara hati.” Kepemimpinan lebih dari sekedar mengatur orang
lain. Kepemimpinan dimulai dengan memimpin diri sendiri. Dengan memahami apa
yang terpenting, melakukan hal yang terpenting, dan membangun integritas.
Dengan membangun konsistensi antara pikiran, perkataan, dan perbuatan. Itu
sebabnya, pemimpin yang paling efektif adalah pemimpin yang memimpin dengan
contoh dan teladan.

*2. Milikilah Visi dan Semangat*

Visi adalah gambaran dari dalam, tentang sesuatu yang belum terjadi. Visi
adalah impian, dengan rencana, dengan deadline, dan dengan tindakan.
Mulailah dengan ide. Ide inilah yang merupakan cetak biru, seperti cetak
biru untuk bangunan pencakar langit. Inilah yang memandu strategi dan
tindakan, yang menjadikannya sebuah kenyataan.

Identifikasi ide visi Anda dengan mewaspadai apa yang sering melintas di
kepala, dan apa yang hati Anda terus-menerus menyuarakannya. Suara di kepala
Anda memanggil, hati Anda memanggil. Itulah panggilan untuk jiwa dan visi
Anda.

Waspadai ini: paling…, lebih…, ter…

Untuk merealisasi visi, Anda harus punya semangat. Apa yang membuat Anda
sangat bersemangat? Itukah visi Anda? Apa yang Anda sangat bersemangat
menceritakannya kepada orang lain? Itukah visi Anda?

Waspadai ini: desire, motivasi, misi, arah.

Semangat adalah kekuatan yang mengubah ide menjadi kenyataan.

*3. Ambillah Risiko*

Anda mau membeli perusahaan yang penjualannya di seluruh dunia mencapai 700
milyar dollar tahun 1994, tapi hanya 300 milyar dolar di tahun 1995? Michael
Cowpland mau. Ia membeli WordPerfect, dan dengan berani menantang Microsoft
Word. Ia percaya bahwa dengan beberapa perubahan, WordPerfect akan menjadi
pengolah kata nomor satu di dunia.

Ia mungkin kalah dari Microsoft Word, tapi ia telah berani mengambil risiko
untuk kekaisaran softwarenya. Ia adalah contoh manusia yang menikmati
risiko. Tidak selalu berhasil memang. Ia — seperti pengambil risiko
lainnya, hanya tahu satu hal: mereka memang “harus” melakukannya.

Ray Croc, Walt Disney atau Mary Kay Ash, harus “gagal” tujuh kali sebelum
berhasil. Thomas Alva Edison, harus “gagal” 700 kali sebelum ia memberi kita
bohlam. Dan ia mengatakan, “Saya telah ‘berhasil’ menemukan 700 cara yang
salah untuk membuat lampu pijar.” Kolonel Sanders, harus mendatangi lebih
dari 900 restoran sebelum kita bisa menikmati Kentucky Fried Chicken.

Tanyalah diri Anda sendiri, berapa kali harus jatuh dan lecet, sebelum bisa
naik sepeda.

Sesungguhnyalah, Anda adalah pengambil risiko yang sejati.

Mengambil risiko adalah bertindak sesuai keyakinan. Mau merubah pikiran dan
perbuatan. Menggeser paradigma, mengambil keputusan, menjaga komitmen,
bicara nyeplos, dan berbagi kekuatan dengan orang lain.

*4. Berkomunikasilah*

Ini yang sedang kita pelajari dan dalami. Tahukah Anda, sebelum Windows 95
di rilis, tuan Gates telah menyewa seorang konsultan bicara? Tuan Gates
belajar keras untuk berkomunikasi, mengkomunikasikan Windows-nya. Dan
tahukah Anda? Anda sedang menggunakannya detik ini!

Ingatlah bahwa semua organisasi dan perusahaan adalah sama. Setiap orang di
dalamnya, harus bisa mewakili organisasi atau perusahaan, kapan pun ia
terlibat dalam komunikasi. Setiap orang di dalam organisasi dan perusahaan,
adalah salesman. Belum lagi: meeting, rapat, telepon, surat, email, web, sms
dan seterusnya.

Berkomunikasilah.

*5. Ceklah Selalu Progres dan Hasil*

Monitorlah segala sesuatu. Lihatlah bagaimana orang meluncurkan roket.
Lihatlah bagaimana ruang UGD. Lihatlah apa yang terjadi di BMG. Lihatlah
meeting setiap pagi di kantor Anda. Monitorlah segala sesuatu. Jagalah agar
tetap di jalur.

*POWER PRESENTATION*

Rahasia power presentation ada pada:

Kata-kata
Bahasa tubuh
Perlengkapan bicara
Lingkungan bicara
Persiapan bicara

Latihlah selalu, cara terbaik untuk menyuarakan poin terpenting Anda.
Lakukan setidaknya untuk 60 detik. Jiwailah poin terpenting Anda.

Mulailah selalu dengan tersenyum. Simple, paling powerful. Aslilah,
hangatlah, tuluslah, percaya dirilah.

Manfaatkan sedikit humor. Usahakan berasal dari pengalaman pribadi.

Padati dengan kata-kata positif.

Hidupkan bicara Anda. Beri perasaan, rasa saling percaya, dan antusiasme.

Gerakkanlah audience Anda. Mintalah mereka bertindak.

*LEADERSHIP DAN POWER PRESENTATION: MENGAWINKAN KEDUANYA *

Hadapi kenyataan. Anda adalah pemimpin. Anda mungkin CEO, presdir, direktur,
general manager, manager, supervisor, atau ketua tim. Berkomunikasilah
sesuai kenyataan itu.

Hadapi hal negatif dengan adu kepala. Jadilah domba garut. Mulailah dengan
menyampaikan fakta. Bila perlu, mintalah bantuan ahli grafis profesional
untuk mendukung presentasi Anda.

Dengar dan simak jika audience bicara, apapun bicaranya. Sekalipun mereka
bicara gila, dengarkan juga.

Rilekslah.

Temukan gairah dan ghirah Anda. Berbagilah dengan mereka. Ingatlah bahwa
setiap orang ikut bertanggung jawab untuk kesuksesan perusahaan atau
organisasi.

Berlatihlah sebelumnya.

Senyum dan jagalah perspektif Anda.

Ambillah risikonya. Berbeda, tidak diharapkan, atau bahkan sedikit fun itu
sudah biasa.

*KESIMPULAN*

Memimpin di zaman ini, adalah memimpin dengan berbicara. Bicara di zaman
ini, adalah berbicara dengan memimpin. Memimpin adalah lebih dari sekedar
menyuruh-nyuruh orang lain. Memimpin juga bersuara. Memimpin juga berbicara.

Teladan dan contoh nyata ya, tapi bicara yang powerful juga. Teladan dan
contoh sudah pasti. Tapi tanpa bicara, kepemimpinan Anda pasti sudah mati.

*Ikhwan Sopa
Trainer E.D.A.N.
*

3 COMMENTS

  1. Saya mempunyai masalah sangat besar dalam hidup saya yaitu PD. Hingga kini saya tak menemukan kelebihan saya. Raut muka terutama pancaran mata saya sangat redup dan cemberut, bagaimana mengatasinya

  2. Wah, masalah Widya sama persis dengan saya. Selain yang disebutkan Widya di atas, wajah saya juga terlihat tidak segar. Padahal yang saya usahakan sudah optimal. Solusinya gimana ya?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here